2 Pria Beristri di Sampit Cabuli Anak Rekan Kerjanya, Ancam Korban Jangan Berteriak

Antara ยท Selasa, 31 Desember 2019 - 08:04 WIB
2 Pria Beristri di Sampit Cabuli Anak Rekan Kerjanya, Ancam Korban Jangan Berteriak
Ilustrasi pencabulan. (Foto: Istimewa)

SAMPIT, iNews.id – Bocah perempuan berusia delapan tahun di Sampit menjadi korban kebiadaban dua pria beristri yang merupakan rekan satu profesi ayahnya. Korban dicabuli di bawah ancaman pelaku agar tak berteriak saat perbuatan keji tersebut dilakukan.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Perumahan Karyawan Perkebunan Kelapa Sawit, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). Kedua pelaku berinisial RE dan BM sudah dikenal korban karena keduanya satu profesi dengan orangtuanya.

"Setelah didalami, ternyata pencabulan dilakukan dua pelaku pada waktu dan tempat berbeda. Keduanya sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses hukum," ujar Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel di Sampit, Senin (30/12/2019).

Kasus pencabulan ini terungkap ketika korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) mengeluh sakit saat buang air kecil. Setelah ditanya, korban akhirnya menceritakan kisah pilu yang dialaminya.

Tidak terima, orangtua korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Parenggean pada Minggu (29/12/2019). Polisi langsung merespons dengan menangkap RE. Saat menjalani pemeriksaan, pelaku RE mengakui semua perbuatan bejatnya tersebut.

Pengakuannya, aksi tak senonoh itu dia lakukan pada Selasa (24/12/2019) pukul 07.30 WIB. Saat itu korban sedang bermain di rumah pelaku. Pelaku yang tak mampu menahan nafsu memerintahkan korban agar tidak menjerit dan tak menceritakan kejadian itu kepada siapapun. Namun karena merasa kesakitan saat buang air, korban menceritakan perbuatan pelaku kepada orangtuanya sehingga kejadian itu akhirnya terungkap.

Saat pendalaman, penyidik dibuat terkejut karena ternyata ada pelaku lain yang diduga juga mencabuli korban. Pria itu yakni BM yang diduga mencabuli korban antara Juni hingga Juli 2019.

Polisi pun langsung bergerak mengamankannya. Saat diperiksa, BM ternyata menggunakan modus yang sama agar bisa mencabuli korban. Tindakan tercela itu dia lakukan dalam rumahnya saat sedang sepi.

"Keduanya sudah ditetapkan menjadi tersangka. Hasil visum memang ada ditemukan luka lecet pada kemaluan korban. Kasus ini terus kami dalami," kata Rommel.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 81 ayat 2 subsider 82 ayat 1 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya yakni kurungan penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.


Editor : Donald Karouw