2 Nelayan Bintan Terancam Hukuman Mati, Selundupkan Sabu 19Kg Diupah Rp150 Juta

Okezone.com ยท Selasa, 31 Desember 2019 - 10:31 WIB
2 Nelayan Bintan Terancam Hukuman Mati, Selundupkan Sabu 19Kg Diupah Rp150 Juta
Polda Kepri saat merilis penangkapan 2 nelayan pembawa 19 kilogram sabu-sabu. (Foto: okezone.com)

BINTAN, iNews.id – Dua nelayan terancam hukuman mati karena menyelundupkan 19 kilogram sabu-sabu. Keduanya tertangkap di Pulau Mantang Riau, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau saat akan menyelundupkan barang asal Malaysia itu ke Jambi.

Kedua nelayan diamankan setelah adanya laporan masyarakat terkait adanya dua orang yang dicurigai membawa sabu-sabu menggunakan speedboat fiber dengan mesin 85 PK dari Bintan menuju Jambi.

Atas laporan tersebut, polisi langsung bergerak ke lokasi yang dimaksud. Seketika, polisi mendapati 2 pria yang berprofesi sebagai nelayan hendak berlayar dari peraiaran Bintan. Keduanya menggunakan speedboat dan membawa dua jeriken berwarna biru.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata jerigen tersebut berisi paket sabu," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Mudji Supriyadi, Senin (30/12/2019).

Paket sabu seberat 19.255 gram tersebut dibagi ke dalam dua jeriken dengan jumlah yang berbeda-beda di setiap jerigennya.

Jeriken pertama ditemukan 10 bungkus paket sabu seberat 10.823 gram yang dikemas dengan kemasan teh China dan dibungkus kembali dengan plastik putih tebal, di jeriken lainnya terdapat 8 paket sabu dengan berat 8.432 gram.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata jerigen tersebut berisi paket sabu," kata Mudji.

Paket sabu seberat 19.255 gram tersebut dibagi ke dalam dua jeriken dengan jumlah yang berbeda-beda di setiap jerikennya. Di satu jeriken, terdapat 10 bungkus paket sabu seberat 10.823 gram yang dikemas dengan kemasan teh China dan dibungkus kembali dengan plastik putih tebal. Sementara itu, di jeriken lainnya terdapat 8 paket sabu dengan berat 8.432 gram.

"Mereka ini dapat perintah dan barang dari NS (DPO). Mereka diminta membawa barang ini dari Bintan ke Jambi dengan janji upah mencapai Rp150 juta. Tapi itu akan dibayar setelah mereka sampai di sana," kata Mudji.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku mengetahui barang yang akan diangkut ke Jambi itu adalah sabu-sabu.

"Mereka ditawari pekerjaan ini dan mereka tahu barang apa yang akan dibawa tapi karena nilai imbalannya besar, mereka mau. Alasan ekonomi juga. Dan barang ini, mereka langsung yang jemput ke tengah laut dari Malaysia sana," tuturnya.

Tak hanya mengamankan tersangka dan barang bukti sabu, polisi juga menyita speed boat fibber mesin 85 PK, uang pecahan Rp100 ribu sebanyak 4 lembar dan satu lembar uang pecahan Rp50 ribu beserta alat komunikasi berupa handphone. Dalam proses hukum, keduanya dijerat dengan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), juncto Pasal 132 ayat (1), UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Keduanya terancam hukuman maksimal hukuman mati dan minimal 6 tahun penjara," tandasnya.


Editor : Reza Yunanto