2 Makam Dibongkar, Gubernur Gorontalo: Saya Malu dan Minta Maaf

Zainal Ahmad ยท Senin, 14 Januari 2019 - 12:38 WIB
2 Makam Dibongkar, Gubernur Gorontalo: Saya Malu dan Minta Maaf
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah) berziarah ke dua makam yang sempat dibongkar karena beda pilihan caleg di Desa Toto Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Senin (14/1/2019). (Foto: iNews/Zainal Ahmad)

GORONTALO, iNews.id – Insiden pembongkaran dua makam di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, yang dipicu beda pilihan politik di Pileg 2019, menuai kontroversi di masyarakat. Bahkan, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pun mengaku malu dan meminta maaf atas insiden tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Gunernur Gorontalo Rusli Habibie saat berziarah dan bertemu keluarga korban pembongkaran dua kuburan di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Bone Bolango, Senin (14/1/2019).

Rusli mengunjungi keluarga korban karena berita mengenai insiden pembokaran makam yang terjadi pada Sabtu lalu telah menyebar luas. Kejadian itu menimbulkan kontroversi ditengah masyarakat secara nasional.

BACA JUGA:

Beda Pilihan Caleg, Tuan Tanah Gusur Makam Kakek dan Cucu di Gorontalo

Heboh Pemindahan Makam Gara-Gara Beda Pilihan Caleg, Ini Komentar PBNU

Selaku Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengaku malu dan prihatin atas peristiwa tersebut. Sebab, peristiwa itu juga berimbas pada nama baik Provinsi Gorontalo di mata masyarakat nasional. Rusli langsung meminta maaf kepada keluarga Sarco Pomontalo sebagai korban pembongkaran makam suami dan cucunya, dan juga kepada masyarakat.

“Saya kan malu berita ini menyebar ke mana-mana. Saya mohon maaf sebagai gubernur kepada keluarga Sarco Pomontalo sebagai korban pembongkaran makam suami dan cucunya. Saya juga meminta maaf kepada masyarakat,” kata Rusli Habibie.

Rusli Habibie berharap kejadian itu tidak dikaitkan dengan persoalan politik. Sebab, menurutnya peristiwa tersebut hanya karena masalah salah paham dalam keluarga. Dia juga mengimbau kepada masyarakat tetap menjaga suasana sejuk dan damai dalam rangka menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

“Soal beda pilihan itu adalah hal biasa, jangan sampai merusak hubungan sosial di tengah-tengah masyarakat dan keluarga,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, dua makam kakek dan cucunya yang terletak di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, terpaksa dibongkar karena diduga beda pilihan politik. Pemilik tanah yang juga kakak ipar dari seorang caleg ini marah karena keluarga pemilik makam lebih memilih mendukung caleg lain.


Editor : Maria Christina