2 Kelompok yang Bertikai Sepakati Damai, Morowali Kembali Kondusif

Jufri Tonapa, Antara ยท Minggu, 28 Oktober 2018 - 22:53:00 WIB
2 Kelompok yang Bertikai Sepakati Damai, Morowali Kembali Kondusif
Dua warga saling berpelukan setelah terlibat pertikaian di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah Sabtu (27/10/2018). (Foto: Jufri Tonapa)

MOROWALI, iNews.id – Situasi Bahadopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali kondusif setelah dua kelompok warga yang terlibat pertikaian, Sabtu (27/10/2018) sepakat berdamai. Semua pihak yang terlibat menandatangani kesepakatan perdamaian pada Minggu (28/10/2018).

Poin dalam kesepakatan itu menyatakan terhadap warga masyarakat yang masuk dari daerah lain yang ke wilayah Bahodopi dan melakukan tindakan anarkis segera dipulangkan.

Kesepakatan itu juga menyatakan seluruh kafe yang ada di wilayah Kecamatan Bahodopi akan ditertibkan oleh polisi. Pascapenandatanganan kesepakatan damai itu maka tidak diperbolehkan lagi ada konsentrasi kelompok-kelompok masyarakat dengan tujuan melakukan tindakan bersifat provokasi maupun tindakan melawan hukum. "Kita berharap pascakesepakatan itu akan dapat menjalin kembali toleransi antarmasyarakat," ungkap Kapolres Morowali AKBP Dadan Wahyudi, Minggu (28/10/2018).

Sementara itu Camat Bahodopi Jalaludin menyatakan untuk mendinginkan situasi pihaknya berupaya untuk mensosialisasikan capaian kesepakatan damai tersebut. "Kesepakatan damai ini akan disosialisasikan kepada segenap warga masyarakat di wilayah Kecamatan Bahodopi," kata Jalaludin.

Informasi dari Bahodopi menyebutkan banyak sekali warga meninggalkan kediaman mereka dan mencari perlindungan di tempat-tempat aman, bahkan banyak tidak sedikit yang keluar dari kecamatan itu dengan pengawalan aparat keamanan.

Belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian mengenai peristiwa ini, namun sumber-sumber menyebutkan bahwa perkelahian bernuansa SARA antara dua kelompok masyarakat ini berawal dari keributan di sebuah kafe beberapa hari sebelumnya.

Saat itu datang camat setempat, namun kedatangannya membuat salah satu kelompok masyarakat terpicu kemarahannya sehingga kelompok menuntut camat meminta maaf. Setelah camat meminta maaf, kelompok lainnya malah berang, sehingga kedua kelompok tersulut emosi dan saling menyerang.

Pada Minggu pagi, salah satu kelompok masyarakat dilaporkan memblokir jalan raya di daerah itu sehingga ribuan karyawan tambang nikel tidak bisa menuju atau kembali dari tempat bekerja, demikian pula arus lalulintas trans Sulawesi dari Sulteng ke Sultra tidak bisa bergerak.

Pada Minggu siang, jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) setempat bersama pemerintah kecamatan, kepala-kepala desa dan tokoh-tokoh masyarakat dan agama setempat telah melakukan pertemuan dan sepakat untuk berdamai.

"Setelah naskah perdamaian ini ditandatangani bersama dan masih ada warga yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, maka akan dilakukan proses hukum sesuai ketentuan berlaku," demikian salah satu dari enam butir kesepakatan damai itu.

Kedua belah pihak sepakat bahwa terhadap masyarakat dari daerah lain yang masuk wilayah Kecamatan Bahodopi dan melakukan tindakan anarkis, segera dipulangkan.

Masyarakat Bahodopi bersedia menerima kesepakatan perdamaian dengan catatan bahwa masyarakat dari daerah lain yang terlibat dalam pertikaian pada Sabtu (27/10) harus segera dipulangkan ke daerah asalnya. Aparat penegak hukum juga akan menertibkan kafe-kafe yang kini menjamur di daerah industri pertambangan nikel itu.


Editor : Kastolani Marzuki