2 Gempa Bumi Dangkal Guncang Zona Megathrust Bengkulu, BMKG: Waspada!

Antara ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 15:32:00 WIB
2 Gempa Bumi Dangkal Guncang Zona Megathrust Bengkulu, BMKG: Waspada!
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Gempa bumi dangkal berkekuatan magnitudo 5,9 dan 5,0 guncang Barat Daya Bengkulu, Selasa (15/10/2019) pagi. Getaran gempa dirasakan kuat hingga membuat warga Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma dan Kepahiang berlarian menyelamatkan diri.

Kepala Bidang Mitigasi dan Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, kedua gempa tersebut berkedalaman dangkal di zona megathrust. Yaitu zona subduksi landai yang merupakan bidang kontak antara lempeng indo-australia dan lempeng eurasia. Di mana titik hiposenter kedua gempa berada di bawah punggungan busur luar (outer arc ridge) dari sistem subduksi Sumatera.

“Hasil analisis menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme sumber pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan ciri mekanisme gempa megathrust,” ujarnya, Selasa (15/10/2019).

Menurutnya, peningkatan aktivitas gempa di zona megathrust Bengkulu yang ditandai dengan dua gempa bumi ini perlu diwaspadai. Salah satunya dengan meningkatkan edukasi mitigasi.

"Setiap peningkatan aktivitas gempa di wilayah ini patut kita waspadai. Karena di zona ini memiliki catatan sejarah gempa besar dan memicu tsunami pada masa lalu," kata Daryono.

Sebelumnya, gempa magnitudo 5,9 dengan episenter di laut pada jarak 154 km arah Barat Daya Bengkulu terjadi Selasa (15/10/2019) pukul 05.23 WIB. Gempa kedua bermagnitudo 5,0 pukul 10.00 wib dengan episenter di laut terletak pada jarak 152 Km arah Barat Daya Bengkulu.

Guncangan gempa yang pertama dirasakan cukup kuat dalam skala intensitas III-IV MMI di Seluma dan skala III MMI di Kepahiang. Beberapa warga Bengkulu hingga seluma sempat berlarian keluar rumah akibat terkejut guncangan kuat yang terjadi secara tiba-tiba. Hasil permodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami.

Diketahui, berdasarkan catatan sejarah, gempa besar pernah terjadi di Bengkulu pada 1833 dengan magnitudo 8,9. Selanjutnya gempa kuat Bengkulu yang terjadi berturut-turut pada 12 September 2007 berkekuatan magnitudo 8,5 dan 13 september 2007 dengan magnitudo 7,9. Wilayah pesisir Bengkulu merupakan kawasan rawan tsunami.

"Karena itu masyarakat wajib memahami evakuasi mandiri dengan menjadikan gempa kuat yang dirasakan di pesisir sebagai peringatan dini tsunami. Tata ruang pantai juga perlu diperhatikan dengan berbasis risiko bencana tsunami," katanya.

Selain itu, masyarakat juga perlu terus mendapat edukasi mitigasi terkait cara menyematkan diri saat terjadi gempa bumi dan tsunami. Begitupun untuk memahami pentingnya pendirian bangunan tahan gempa.

“Semua ini penting untuk diwujudkan agar masyarakat dapat merasa aman hidup di daerah rawan bencana,” tuturnya.

Editor : Donald Karouw