170 Warga Lebak Tewas akibat Penyakit HIV/AIDS, Dinkes Optimalkan Pencegahan

Antara ยท Jumat, 17 Januari 2020 - 18:30 WIB
170 Warga Lebak Tewas akibat Penyakit HIV/AIDS, Dinkes Optimalkan Pencegahan
Penyakit HIV/AIDS di Lebak Banten merenggut nyawa 170 orang. (Foto: istimewa)

LEBAK, iNews.id – Kasus penyebaran penyakit Human Immuno Deficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Lebak, Banten dinilai sudah memprihatinkan. Penyakit menular dan mematikan tersebut sudah merenggut nyawa 170 orang di daerah itu.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, dr Firman Rahmatullah mengatakan, masyarakat yang teridentifikasi positif terjangkit HIV/AIDS itu sejak tahun 2002 sampai 2019 mencapai 360 orang dan di antaranya 170 orang dilaporkan meninggal dunia.

“Kami terus mengoptimalkan pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat, karena penyakit HIV/AIDS hingga kini belum ada obatnya," katanya, Jumat (17/1/2020).

Dia mengatakan, para penderita yang masih hidup sebanyak 190 orang terus dilakukan pengobatan diagnosa untuk memperbaiki kualitas hidupnya.

Pengobatan penderita HIV/AIDS bisa dilayani di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung secara gratis. "Kami minta semua elemen,termasuk masyarakat juga media tokoh agama dapat mencegah penyebaran penyakit yang mematikan itu," ujarnya.

Menurut dia, penyebaran penyakit HIV/AIDS juga ada beberapa faktor antara lain faktor pergaulan seks bebas, jarum suntik bekas narkoba, transfusi darah dari penderita positif juga air susu ibu yang positif ke bayinya.

BACA JUGA:

Hubungan Seks Sesama Jenis Sumbang Penularan Tertinggi HIV/AIDS di Jakarta

Pantauan Udara BNPB: Kondisi Alam Lebak Rusak Parah, Banyak Tambang Ilegal

Selama ini, kasus penderita HIV/AIDS di Kabupaten Lebak kebanyakan kaum ibu-ibu akibat suaminya kerapkali berhubungan seks di jalanan. "Kami menemukan kebanyakan kasus HIV/AIDS ibu-ibu itu dari hasil pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi," katanya.

Dia menyebutkan, saat ini, cakupan penemuan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lebak cukup rendah karena baru ditemukan sebanyak 360 orang dan 170 orang meninggal.

Padahal, target estimasi 1.500 orang atau 0,01 persen dari 1,2 juta penduduk Kabupaten Lebak. Penyebab rendahnya kasus penemuan HIV/AIDS tersebut akibat minimnya anggaran dari APBD setempat. Pengalokasian dana untuk penanganan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lebak hanya Rp100 juta, sehingga dana tersebut tidak mencukupinya

Karena itu, untuk penemuan kasus baru HIV/AIDS dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi di setiap puskesmas dan rumah sakit. "Kami merasa terbantu adanya pemeriksaan kesehatan ibu bayi itu bisa ditemukan kasus baru penderita HIV/AIDS," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki