150 Personel Gabungan Bantu Penanganan Darurat Pascabanjir Bandang di Lombok Timur

Donald Karouw ยท Senin, 24 Februari 2020 - 08:59 WIB
150 Personel Gabungan Bantu Penanganan Darurat Pascabanjir Bandang di Lombok Timur
Warga korban banjir bandang di Desa Obel Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, mengungsi ke musala. (Foto: BNPB)

MATARAM, iNews.idBanjir bandang melanda Dusun Melempo dan Dusun Mentareng, Desa Obel Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (23/2/2020). Upaya darurat pascabanjir masih dilakukan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dan BPBD setempat Senin (24/2/2020).

“Lebih dari 150 personel gabungan membantu upaya penanganan darurat tersebut,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana (BNPB), Agus Wibowo, Senin (24/2/2020).

Mereka berasal dari TRC BPBD, tim SAR, Satpol PP, Bakesbangpol Depdagri, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, aparat pemerintah kecamatan, Forkopimda Sambelia, TNI, Polri.

Meskipun genangan telah surut, sejumlah warga mengungsi ke tenda pengungsian dan musala yang berada di Dusun Melempo. Sebagian warga masyarakat dibantu petugas masih membersihkan sisa material banjir bandang dan lumpur.

Di samping itu, suplai air bersih juga disalurkan melalui mobil damkar dan bantuan logistik lain berupa permakanan dan air mineral mulai disalurkan.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahsanul Khalik mengatakan, banjir bandang ini mengakibatkan kerusakan fisik bangunan dan infrastruktur. Sebanyak empat unit rumah warga rusak ringan. Sedangkan kerusakan infrastruktur berupa tembok sisi barat masjid Darul Qur'an jebo.

Tanggul sungai pemukiman jebol di tiga titik dan jaringan perpipaan air bersih warga sepanjang tiga kilometer rusak terbawa banjir. Sementara warga terdampak berjumlah 81 kepala keluarga (KK) atau 255 jiwa.

“Tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir bandang ini,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah