12 Calon Perwira Positif Corona lewat Rapid Test, Polda Maluku Tunggu Hasil Tes CPR

Felldy Utama, Antara ยท Rabu, 08 April 2020 - 11:29:00 WIB
12 Calon Perwira Positif Corona lewat Rapid Test, Polda Maluku Tunggu Hasil Tes CPR
Ilustrasi. (Foto: Antara)

AMBON, iNews.idPolda Maluku masih menunggu hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta untuk memastikan status 12 calon perwira (capa) polisi yang disebut terpapar virus corona. Para calon perwira itu sedang menjalani masa cuti di Kota Ambon.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Roem Ohoirat mengatakan, penjelasan tersebut mereka sampaikan terkait pemberitaan di sejumlah media massa. Disebutkan, 12 dari 16 anggota polisi berstatus sebagai siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) di Sukabumi, Jawa Barat, yang sedang menjalani masa cuti ke Ambon, positif terinfeksi virus corona setelah diperiksa dengan alat rapid test.

“Sampai saat ini untuk mengetahui seseorang terpapar virus Covid-19 atau tidak hanyalah melalui metode tes PCR,” kata M Roem di Ambon, Rabu (8/4/2020).

Menurut dia sampai saat ini belasan calon perwira polisi tersebut masih menjalani karantina di Sekolah Polisi Negara (SPN) Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, sejak tiba akhir Maret 2020.

"Dokter juga telah melakukan pemeriksaan. Hasilnya, kondisi kesehatan mereka dalam keadaan sehat dan bugar serta tidak ada keluhan apa pun,” kata M Roem.

Selain itu, pada Selasa, (7/4/2020) kemarin, sebanyak 16 siswa tersebut telah diambil sampel swab. Sampel telah dikirim ke laboratorium Balitbangkes Kemenkes untuk diteliti lebih lanjut. Sampai saat ini hasilnya belum keluar sehingga semua pihak diharapkan untuk tetap bersabar memnunggu hasilnya.

“Pemberlakuan karantina bukan saja terhadap 16 siswa ini. Namun, setiap anggota Polda Maluku yang baru tiba dari daerah terdampak virus corona juga tetap akan diberlakukan sama, dikarantina,” kata M Roem Ohoirat.

Sebelumnya diberitakan, Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri menghentikan sementara kegiatan belajar setelah 300 siswa polisi dinyatakan positif corona lewat rapid test. Sebanyak 300 siswa polisi itu akan diisolasi di satu tempat.

Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri Brigjen Pol Musyafak mengatakan, 300 siswa itu akan diperlakukan seperti orang dalam pemantauan (ODP). Penetapan status ODP tersebut dikarenakan kondisi 300 siswa yang tanpa gejala terinfeksi virus corona setelah dilakukan rontgen paru-paru.

"Akurasi rapid test itu juga sekitar 80 persen dan tidak khusus mengenai Covid-19. Semuanya juga telah melaksanakan rontgen paru-paru dan dinyatakan negatif pneumonia," kata Musyafak di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Musyafak mengatakan penghentian kegiatan belajar sementara dimaksudkan agar para siswa fokus pada proses penyembuhan terlebih dahulu. Setukpa Lemdiklat Polri juga memenuhi asupan gizi para siswa agar daya tahan tubuh mereka dapat mengalahkan virus corona.

"Kemarin sudah dilaksanakan pemberian vitamin 1.000 miligram secara injeksi sehingga daya tahan tubuh para siswa bisa melawan virus corona," kata Musyafak.

Dia berharap masyarakat tidak perlu khawatir dengan kondisi ke-300 siswa Setukpa Lemdiklat Polri. Selain diisolasi dalam satu tempat, mereka juga dilarang sementara kembali ke daerah masing-masing.

"Kegiatan mereka juga olahraga ringan dan berjemur, setelah itu kembali ke ruangan layaknya kegiatan isolasi. Setelah hari ke-15 juga akan kami laksanakan tes PCR untuk memastikan kondisi mereka apakah masih positif atau sudah negatif," ujarnya.

Sebanyak 300 siswa Setukpa Lemdiklat Polri menjalani rapid test setelah tujuh rekannya di Sekolah Inspektur Polisi (SIP) di Sukabumi, Jawa Barat, positif terjangkit corona. Mereka menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS) Polri RS Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Editor : Maria Christina