Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono di acara trip Manisnya Sumba saat berkunjung di ruang praktik SMK Negeri 2 Waingapu, Sumba Timur, NTT, Rabu 2 September 2026. (Foto: ist)

SUMBA TIMUR, iNews.id - Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), perlahan menunjukkan wajah baru. Kawasan yang dikenal memiliki lahan kering dan tandus kini disulap menjadi perkebunan tebu modern yang mendukung upaya swasembada gula nasional.

Perubahan itu terlihat dari keberadaan PT Muria Sumba Manis (MSM), perusahaan agribisnis perkebunan dan pengolahan tebu milik Grup Djarum yang mengembangkan kawasan perkebunan terpadu di Desa Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur.

Kedatangan 10 pimpinan media nasional dalam rangkaian "Trip Manisnya Sumba" memperlihatkan bagaimana sektor industri, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat berjalan beriringan di wilayah tersebut.

Pemimpin Redaksi iNews Aiman Witjaksono di acara trip Manisnya Sumba saat berkunjung di ruang praktik SMK Negeri 2 Waingapu, Sumba Timur, NTT, Rabu 2 September 2026. (Foto: ist)

Sambutan khas Sumba Timur turut mewarnai kunjungan tersebut. Belasan siswi SMK Negeri 2 Waingapu tampil membawakan tarian Kabokang dengan balutan kain tradisional Sumba Timur. Tarian sakral yang diiringi gong dan tambur itu menjadi simbol sukacita serta penghormatan kepada para tamu.

Para tamu kemudian diajak melihat aktivitas pembelajaran siswa di SMK Negeri 2 Waingapu, mulai dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP), Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Energi Surya, Hidro, dan Angin (TESHA), hingga Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).

SMK Negeri 2 Waingapu diketahui menjalin kerja sama dengan PT MSM dalam pengembangan kompetensi siswa, pelatihan guru serta dukungan sarana dan peralatan pembelajaran agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.

Investasi Triliunan Rupiah Bangun Industri Gula di Sumba Timur

PT Muria Sumba Manis merupakan bagian dari PT Hartono Plantation Indonesia (HPI Agro) atau Grup Djarum yang berdiri sejak 2014 dan mulai beroperasi sekitar 2018. Perusahaan ini menanamkan investasi senilai Rp9,2 triliun dengan luas lahan sekitar 20 ribu hektare melalui sistem hak guna pakai selama 30 tahun.

Tidak hanya membangun perkebunan tebu, perusahaan juga mendirikan pabrik gula modern pertama di NTT dengan kapasitas produksi mencapai 12.000 tons cane per day (TCD).

Pabrik tersebut menggunakan teknologi fully automatic control yang dilengkapi unit dekolorisasi untuk menghasilkan gula berkualitas industri. Saat beroperasi penuh, pabrik ini mampu menghasilkan sekitar 1.200 ton gula kristal putih dan gula kristal rafinasi setiap hari selama musim panen.

Managing Director PT MSM Budi Hediyana mengatakan, pihaknya memiliki target menjadikan Sumba Timur sebagai salah satu penghasil tebu terbaik di Indonesia.

"Potensi sinar matahari dan infrastruktur yang terus dilakukan di Pulau Sumba diharapkan bisa mempercepat investasi sehingga akan dapat menghasilkan tebu yang lebih manis dan ini akan menjadi tebu terbaik nasional, serta membantu swasembada gula nasional," kata Budi Hediyana.

Menurut dia, tebu yang dihasilkan di Sumba Timur memiliki rendemen hingga 21 persen atau sekitar tiga kali lipat rata-rata rendemen nasional. Hingga 2031, PT MSM menargetkan luas lahan yang ditanami tebu mencapai 10 ribu hektare dengan penambahan sekitar 1.000 hektare setiap tahun.

Mengembangkan perkebunan tebu di Sumba Timur bukan pekerjaan mudah. Wilayah tersebut merupakan kawasan semi-arid atau daerah dengan kondisi kering yang cukup panjang.

Karakter tanah di Sumba Timur didominasi tanah berkapur dan berbatu dengan lapisan tanah subur yang relatif tipis. Namun, melalui penerapan teknologi pertanian modern, lahan tersebut perlahan diubah menjadi kawasan perkebunan produktif.

Area perkebunan tebu PT MSM tersebar di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Umalulu, Pandawai, Kahunga Eti, Rindi, Pahunga Lodu, hingga Wula Waijelu.

Selain sektor industri, PT MSM juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat. Di bidang pendidikan, perusahaan mendukung pengembangan kompetensi siswa, memberikan beasiswa, hingga program "Satu Langkah Seribu Asa" berupa bantuan sepatu sekolah bagi anak-anak.

Pada sektor sosial ekonomi, PT MSM turut memberdayakan karya siswa SMK Negeri 2 Waingapu dengan membeli hasil produksi seperti meja, kursi, dan papan tulis untuk kemudian digunakan oleh sekolah dasar di wilayah tersebut.

Perusahaan juga mengembangkan desa agrowisata berbasis lingkungan dan edukasi, penyerapan hasil pertanian masyarakat, rumah kompos, taman baca, hingga penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Salah satu desa binaan PT MSM, Desa Agrowisata Patawang, berhasil meraih Gold Award dalam ajang CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2025 yang diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Sumba Timur Keluar dari Status Daerah Tertinggal

Berbagai upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah bersama sektor swasta turut berkontribusi terhadap kemajuan Sumba Timur. Kabupaten Sumba Timur sebelumnya masuk kategori daerah tertinggal berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020. Namun, melalui berbagai program pembangunan, wilayah tersebut berhasil keluar dari status daerah tertinggal.

Bupati Sumba Timur Khristofel Praing menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam meningkatkan sejumlah indikator, mulai dari ekonomi, infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.

Transformasi Sumba Timur menjadi bukti bahwa wilayah dengan tantangan geografis besar tetap memiliki potensi besar apabila didukung investasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network