Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun saat simulasi pemilahan sampah dalam rangka pencanangan Madiun Hijau, Jumat (31/7/2026). (Foto: dok Pemkot Madiun)

MADIUN, iNews.id – Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, mengajak seluruh warga melakukan perubahan budaya dalam mengelola sampah. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Festival Madiun Hijau Pilah dari Rumah yang dihadiri jajaran Pemkot, Ketua DPRD, seluruh RT/RW se-Kota Madiun, petugas penyapu, hingga penarik sampah, di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Jumat (31/7/2026).

“Hari ini saya tidak meluncurkan programnya pemerintah. Hari ini saya ingin kita semuanya melakukan perubahan budaya. Perubahan budaya untuk Kota Madiun. Apa budayanya? Yaitu sekarang kita harus fokus terhadap pengelolaan sampah,” katanya.

Dia menekankan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup. “Sampah bukan urusan DLH. Sampah bukan hanya urusannya DLH, tetapi urusan kita semuanya. Kenapa? Karena kita hidup itu menghasilkan sampah,” ujarnya.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Kota Madiun saat ini sudah overload. Karena itu, Plt Wali Kota menyebut pilah sampah dari rumah sebagai strategi terbaik untuk mengurangi residu yang masuk ke TPA.

Terlebih, Pemkot sebelumnya sudah mencanangkan Zero Waste 2027. Dia menegaskan bahwa target itu bukan sekadar slogan.  

“Zero Waste bukan berarti sampahnya hilang, tidak Bu, tapi bagaimana sampah itu bisa dikelola,” tuturnya.

RT Jadi Ujung Tombak, Ada Tambahan Anggaran

Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun menghadiri Festival Madiun Hijau Pilah dari Rumah. (Foto: dok Pemkot Madiun)

Dalam kesempatan tersebut, Plt Wali Kota menyoroti peran penting RT/RW sebagai ujung tombak perubahan. Ia juga menyinggung soal dukungan anggaran.

“Pak RT, jenengan ini ujung tombak lho. Ujung tombak perubahan budaya Kota Madiun. Saestu (serius). Ojo sambat saiki tugas e RT tambah, tenang mawon. Kula (saya) tadi wis ngobrol-ngobrol sekilas, insya Allah nanti ini akan kita evaluasi supaya nanti kita akan lebih penganggaran, karena pengelolaan sampah 2027 ini prioritas nomor satu. Otomatis nanti penganggarannya Pak RT, Bu RT, sabar sekedap. Nanti insyaallah Pak RT, Bu RT insentifnya ditambahi,” ucapnya.

Meski belum menyebut nominal pasti dalam pidato, wacana penganggaran untuk setiap RT menjadi sinyal kuat komitmen Pemkot dalam mendukung gerakan ini.

Di akhir pidato, dia kembali mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat. “Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita semuanya, seluruh masyarakat Kota Madiun. Pemerintah tidak bisa sendirian. Saya melibatkan seluruh tim sampai tingkat RT, seluruh warga untuk sekarang memulai budaya panjenengan memilah sampah dari rumah," katanya.

Untuk mendukung program pilah sampah dari rumah, Pemkot Madiun juga mengucurkan dana Rp10 juta untuk setiap RT yang ada di Kota Pendekar.

Anggaran itu di kelola oleh kelompok masyarakat yang ada di setiap RT untuk pembelian maupun pengadaan sarana prasarana pemilihan dan pemilihan sampah dari rumah. Seperti tempat sampah, pembuatan biopori, lubang sampah organik, budidaya maggot untuk mengolah sampah organik dan lain sebagainya.

Dengan pemilihan dan pemilihan sampah, nantinya hanya sampah residu yang akan diangkut ke TPA oleh petugas, sedangkan sampah organik diproses oleh warga secara mandiri untuk menjadi pupuk atau kompos, termasuk mendukung budidaya maggot. Sedangkan sampah anorganik yang masih bersih akan diberdayakan melalui bank sampah.


Editor : Rizqa Leony Putri

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network