PANDEGLANG, iNews.id – Memasuki hari kedua pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, tim SAR gabungan mulai mempertimbangkan opsi penyisiran melalui udara. Langkah ini diambil guna memperluas jangkauan pencarian jurnalis iNews dan empat wartawan di perairan Selat Sunda.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki yang turun langsung memantau Posko Pencarian di Dermaga Lippo Carita, Kabupaten Pandeglang, memastikan sebanyak 200 personel gabungan terus bekerja mengusut keberadaan para insan pers tersebut.
Irjen Pol Hengki menjelaskan, opsi penyisiran udara lewat helikopter atau armada penerbangan SAR menjadi skema lanjutan untuk melengkapi pencarian jalur laut yang telah berlangsung sejak Selasa (8/9/2026). Namun, pelaksanaan patroli udara sangat bergantung pada situasi Gunung Anak Krakatau.
Aktivitas erupsi yang masih memuntahkan abu vulkanik menjadi faktor utama yang harus diperhitungkan demi keselamatan personel dan armada penerbangan.
"Kalau perkembangan memungkinkan, kami akan meminta petunjuk untuk melakukan pemantauan melalui udara. Kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian utama keselamatan," ujar Hengki di Dermaga Lippo Carita, Rabu (9/9/2026).
Hingga Rabu sore, pencarian laut belum membuahkan hasil dan belum ada tanda-tanda keberadaan kelima jurnalis. Untuk mendukung penuh operasi ini, Polda Banten mengerahkan 200 personel gabungan serta mendirikan Pos Antemortem Dokkes Polda Banten.
"Di hari kedua ini tim masih melakukan penyisiran. Kami memastikan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia siap penuh mendukung proses pencarian agar rekan-rekan jurnalis bisa segera ditemukan," kata Hengki.
Tim SAR terpadu terus memperluas radius penyisiran di sejumlah titik strategis sambil menunggu rekomendasi aman dari otoritas penerbangan dan pos pengamatan gunung api untuk meluncurkan pantauan udara.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait