Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi pada 18 April 2022. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan memasang alat pemantau air laut dekat Gunung Anak Krakatau. Pemasangan alat tersebut untuk memantau apabila terjadi kenaikan permukaan air laut.

"Insya Allah besok BMKG bersama Kominfo dan PVMBG dan Telkomsel atau BAKTI akan memasang peralatan untuk memonitor apabila terjadi kenaikan muka air laut pada posisi terdekat dengan Gunung Anak Krakatau, yaitu di lokasi Pulau Rakata," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Jumat (28/4/2022) malam.

Dwikorita mengatakan, alat tersebut belum terpasang lantaran tidak ada sinyal komunikasi, sehingga peralatan tersebut tidak dapat mengirimkan data.

Sebelum pemasangan alat, BMKG telah menggelar gladi poskko dengan Kementerian Perhubungan, ASDP dan instansi lain yang terkait di wilayah perairan tersebut.

Menurut Dwikorita, gladi posko adalah kesiapsiagaan apabila terjadi peningkatan erupsi dan peningkatan potensi terjadinya tsunami

Apabila terjadi peningkatan erupsi Gunung Anak Krakatau dan potensi tsunami, pihak berwenang, pengelola penyeberangan, pengelola pariwisata sudah terampil untuk upaya evakuasi," 

"Meskipun saat ini relatif aman dan tidak membahayakan dengan melemahnya aktivitas Gunung Anak Krakatau," ujar mantan Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini.

Data yang diperoleh BMKG, potensi tsunami apabila terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau telah menurun. Secara visual, hanya lelehan lava yang masuk ke laut dan tidak ada eksposur.


Editor : Reza Yunanto

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network