MAMUJU, iNews.id – Kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, yang berlokasi di kawasan Pasar Baru Mamuju, Minggu (19/4/2026) malam. Kejadian itu mengakibatkan lima ruang kelas dan satu ruang pengelolaan zakat hangus dilalap si jago merah.
Kencangnya embusan angin dan banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat, memicu kepanikan warga di sekitar lokasi yang padat aktivitas.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, berdasarkan keterangan sementara, api diduga kuat dipicu oleh adanya hubungan pendek arus listrik atau korsleting di salah satu ruangan.
Selain menghanguskan bangunan utama, api juga melahap pos satpam serta seluruh perabotan di dalam lima ruang kelas tersebut. Kerugian materil akibat musibah ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Sebanyak empat unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamuju dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Tak hanya itu, pihak kepolisian juga turut menerjunkan satu unit mobil water cannon guna mempercepat proses pemadaman.
Petugas Damkar bersama personel TNI-Polri dan warga setempat bahu-membahu berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke kawasan Pasar Baru yang letaknya sangat berdekatan. Namun, petugas mengaku sempat mengalami kendala teknis di lapangan.
"Proses pemadaman sempat terkendala akibat arus listrik yang lambat dipadamkan (oleh pihak terkait), sehingga petugas harus ekstra hati-hati saat menyemprotkan air," ujar Komandan Tim Damkar Mamuju, Sulaiman, Senin (20/4/2026).
Setelah berjibaku selama beberapa jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini karena aktivitas belajar mengajar sedang libur.
Petugas telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti dari musibah kebakaran tersebut.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait