JAKARTA, iNews.id - Umat Muslim hari ini mulai memasuki bulan Rajab, Selasa (25/2/2020). Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang di dalamnya terdapat banyak keistimewaaan.
Di bulan mulia ini, Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dengan membaca shalawat, istighfar, sedekah dan puasa.
Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Muhammad Zuhdi Zaini menjelaskan, berpuasa pada bulan Rajab adalah amalan yang paling baik. Rasulullah Saw selalu berpuasa di bulan Rajab ini. Diriwayatkan dalam hadis sohih bahwa Rasulallah saw berpuasa di bulan rajab.
حدثنا عثمان ابن حكيم الانصاري قال سالت سعيد ابن جبير عن صوم رجب نحن يومێذ في رجب فقال سمعت ابن عباس رضي الله عنهما يقولان كان رسول الله صلى الله عليه واله وسلم يصوم حتى نقول لا يفطر ويفطر حتى نقول لا يصوم
“Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman ibn Hakim al-Anshari berkata, aku bertanya kepada Sa’id ibn Jubair tentang puasa rajab, padahal pada waktu itu di bulan rajab, dia menjawab, aku pernah mendengar Ibn Abbas berkata, Rasulullah saw berpuasa (rajab) terus hingga kami berkata, beliau tidak berbuka, dan (pada waktu yang lain) beliau berbuka hingga kami berkata, nabi tidak puasa.” (HR. Muslim)
Hadis ini secara eksplisit menjelaskan bahwa nabi Muhammad saw sering puasa terus menerus di bulan rajab, hingga para sahabat mengira bahwa nabi Muhammad saw tidak pernah berbuka, namun kadang nabi Muhammad saw tidak berpuasa hingga para sahabat mengira nabi tidak berpuasa di bulan rajab.
Adanya beberapa riwayat yang dhoif dan maudhu’ tentang keutamaan puasa rajab bukan berarti puasa sunnah di bulan Rajab tidak ada. Puasa rajab sangat dianjurkan oleh Rasulallah Saw walau hanya beberapa hari saja.
Berikut niat puasa sunah Rajab.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
"Nawaitu sauma ghadin fi syahri rojabi sunatan lillahi ta'alaa,"
"Artinya: Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT."
Dikutip dari Pustaka Ilmu Sunni-Salafiyah PISS-KTB, keutamaan berpuasa pada bulan haram termasuk Rajab sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih imam Muslim. Bahkan berpuasa di dalam bulan-bulan mulia ini disebut Rasulullah sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan.
Nabi Saw bersabda : “Seutama-utama puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan-bulan al-muharram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab).
Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum al-Din menyatakan bahwa kesunnahan berpuasa menjadi lebih kuat jika dilaksanakan pada hari-hari utama (al-ayyam al-fadhilah). Hari- hari utama ini dapat ditemukan pada tiap tahun, tiap bulan dan tiap minggu.
Terkait siklus bulanan ini Al-Ghazali menyatakan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping dzulhijjah, muharram dan sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.
Wallahu A'lam Bishshawab
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait