INDRAGIRI HILIR, iNews.id - Seorang nelayan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mengalami nasib tragis setelah diterkam buaya saat mencari kepiting bakau di pinggir Sungai Berigi. Korban sempat diseret ke dalam air oleh buaya berukuran besar namun berhasil menyelamatkan diri.
Korban diketahui bernama Arbain (35), warga Jalan Taman Murni Jembatan 2, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Inhil. Saat kejadian, korban sedang mencari kepiting bakau seorang diri di pinggir Sungai Berigi.
Menurut pengakuan korban, saat kepiting yang dikumpulkan sudah cukup banyak, dia berniat kembali ke perahu. Namun, ketika hendak naik ke sampan, tiba-tiba seekor buaya menerkam kaki kanannya.
Buaya tersebut kemudian berusaha menyeret tubuh korban ke dalam air. Beruntung, Arbain masih sempat berpegangan kuat pada perahunya sehingga tubuhnya tidak sepenuhnya tenggelam.
Dalam kondisi panik, korban berusaha melawan dengan menusuk bagian mata buaya menggunakan tangannya. Setelah beberapa kali ditusuk, buaya sempat melepaskan gigitan, namun kembali menyerang dan menggigit kaki korban.
"Saya lagi mau pulang, kaki masih di air. Muncul buaya itu lalu menerkam dan coba menyeret saya. Untung ada sampan, saya berpegangan dan berteriak minta tolong," ujarnya, Rabu (2/9/2026).
Korban memperkirakan buaya yang menyerangnya memiliki ukuran cukup besar dengan panjang lebih dari 5 meter. Setelah berhasil lepas dari serangan buaya, Arbain masih harus bertahan di atas sampan selama kurang lebih 6 jam hingga pagi hari. Dia kemudian ditemukan oleh nelayan lain yang kebetulan melintas di sungai tersebut.
Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis. Akibat serangan tersebut, Arbain mengalami 12 luka robek pada bagian kaki.
Camat Tanah Merah Mulyadi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, serangan buaya di Sungai Berigi bukan kali pertama terjadi. Mulyadi menyebut Arbain menjadi korban ketiga dalam kurun waktu satu bulan terakhir akibat serangan buaya di wilayah tersebut.
"Saya berharap ada langkah dari pihak terkait untuk mitigasi dan penanganan buaya agar kejadian serupa tidak menimbulkan korban. Sebab hal ini sangat mengkhawatirkan warga saya yang sebagian besar mencari rezeki di laut atau sepanjang sungai," ucapnya.
Pihak Kecamatan Tanah Merah mengimbau masyarakat, terutama nelayan yang beraktivitas di sungai, agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menghindari aktivitas berisiko pada malam hari di lokasi yang menjadi habitat satwa liar.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait