CILEGON, iNews.id - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terasa di sejumlah wilayah pesisir Banten, Minggu (6/9/2026). Debu yang beterbangan membuat mata pengendara terasa perih dan gatal, sementara sejumlah nelayan nekat tetap melaut karena harus memenuhi kebutuhan keluarga.
Aktivitas nelayan terlihat di kawasan muara Merak. Sejumlah perahu disiapkan untuk mencari ikan sambil menunggu kondisi pasang.
Para nelayan mengaku tidak terlalu panik dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Meski demikian, mereka tetap berdoa dan meningkatkan kewaspadaan saat mencari ikan.
“Kalau erupsi ya mudah-mudahan nggak terjadi. Kita berdoa, berdoa. Kondisi masyarakat biasa-biasa saja, tenang-tenang aja, tapi berdoa mah berdoa, waspada-waspada,” kata Sanan, nelayan setempat dikutip dari iNews Pandeglang, Minggu (6/9/2026).
Sanan mengatakan, melaut tetap menjadi pilihan karena menjadi sumber pemasukan bagi keluarganya. Kondisi tersebut membuat nelayan tetap menjalankan aktivitas meski abu vulkanik masih terasa di wilayah pesisir.
“Kalau tetap melaut sih melaut aja tetap. Kalau nggak melaut kan gimana? Kita kan harus ngebul di dapur,” ujarnya.
Dampak terpaan abu vulkanik juga dirasakan pengendara yang melintas dari Cilegon menuju Panimbang. Debu disebut terasa sepanjang perjalanan dan membuat mata pengendara perih serta gatal.
“Waduh, masih terasa benar ini, Pak. Perih mata, banyak debu di jalan,” kata seorang pengendara.
Pengendara tersebut mengaku tidak menggunakan masker saat berkendara dan hanya mengenakan helm tertutup. Namun, perlindungan itu belum sepenuhnya menghindarkannya dari paparan debu vulkanik.
“Nggak pakai masker, cuma pakai helm tutupan. Pakai helm, tapi masih terasa. Perih, gatel di mata,” ujarnya.
Dia juga mengetahui kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali mengalami erupsi.
“Tahu juga sih, dengar ada lagi erupsi Gunung Krakatau ini,” katanya.
Petugas terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat dan wisatawan diingatkan tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer demi keselamatan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait