SUMBA TIMUR, iNews.id – Polemik komentar di media sosial yang menyeret sejumlah dokter dan tenaga kesehatan (nakes) di berbagai daerah turut melibatkan seorang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Umbu Rara Meha, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah komentarnya viral, nakes rumah sakit tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah di akun Threads pribadinya.
Wanita yang diketahui bernama Hilda Clarisa Theophilus itu mengakui komentarnya merupakan tindakan tidak bijaksana dan tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang nakes.
Dalam video tersebut, Hilda menyampaikan penyesalan mendalam serta meminta maaf kepada masyarakat, pimpinan rumah sakit, rekan sejawat dan seluruh pihak yang terdampak, termasuk institusi RSUD Umbu Rara Meha Waingapu.
Permintaan maaf itu diharapkan menjadi langkah awal untuk meredakan polemik yang berkembang di tengah masyarakat. Namun, perhatian publik kini juga tertuju pada langkah pembinaan dan evaluasi yang dilakukan manajemen rumah sakit terhadap staf yang bersangkutan.
"Saya sadar tindakan saya tersebut sepenuhnya salah dan tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Saya menyadarai bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap profesional yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang tenaga kesehatan," ucap Hilda.
Manajemen RSUD Umbu Rara Meha Waingapu menegaskan, komentar yang viral tersebut merupakan pendapat pribadi dan tidak mewakili sikap maupun kebijakan resmi rumah sakit.
Dalam pernyataan tertulis, pihak rumah sakit juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan.
Manajemen mengaku telah mengambil langkah penanganan internal sesuai ketentuan yang berlaku karena tindakan tersebut dinilai melanggar kode etik rumah sakit.
RSUD Umbu Rara Meha menyatakan, seluruh kritik dan masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan profesionalisme serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait