JAKARTA, iNews.id – Gempa susulan berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang kembali mengguncang Lombok Timur, NTB membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah. Suasana Kota Lombok juga mencekam karena banyak warga yang menangis terutama anak-anak. Apalagi, semua listrik padam dan saluran komunikasi terputus.
Pantauan iNews di lapangan, Minggu (19/8/2018) malam pukul 22.45 WIB, banyak warga yang kebingungan mencari keberadaan sanak keluarganya. Mereka terpisah saat gempa susulan mengguncang karena masing-masing menyelamatkan diri.
“Banyak warga yang kebingungan dan anak-anak kecil pada menangis. Mereka trauma karena terus diguncang gempa. Hari ini saja, sudah tercatat empat kali gempa susulan yang sangat besar,” kata Muzakir, jurnalis iNews.
Menurut Muzakir, warga saat ini mengungsi di lapangan dan tanah datar lainnya. Mereka juga terus mengucapkan takbir dan beristighfar. “Warga terus berdoa agar gempa dan bencana ini bisa segera berakhir,” ucapnya.
Muzakir mengaku banyak rumah warga yang semula masih berdiri kini roboh akibat gempa susulan 7 SR. Sebagian besar rumah lainnya juga rusak dan retak-retak. “Di depan saya berdiri juga banyak bangunan yang ambruk,” katanya.
Gempa di Lombok Timur yang berlokasi tepat di 8.28 lintang selatan dan 116.71 bujur timur itu turut dirasakan warga di sejumlah wilayah di Bali, di antaranya Denpasar, Gianyar dan Singaraja. Getaran gempa yang terasa beberapa detik itu membuat warga yang saat itu sedang tidur, berhamburan keluar rumah.
Beberapa di antaranya sembari menggendong balita, menuju lahan lapang atau berada di pinggir jalan menjauhi bangunan. "Kami harus terjaga malam ini khawatirnya ada gempa susulan," kata Wayan Purnayasa, warga di Desa Batubulan Kangin, Gianyar.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait