CILEGON, iNews.id - PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak akan mengapungkan kembali Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi yang karam setelah terbakar di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten. Langkah ini dilakukan saat investigasi untuk mengungkap penyebab kebakaran kapal masih berlangsung.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Umar Imran Batubara mengatakan, proses pengapungan melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Polairud Polda Banten.
KMP Batu Mandi terbakar pada Selasa (20/10/2026) saat mengangkut penumpang yang hendak bersandar di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak. Insiden tersebut masih dalam penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
"Setelah diapung tentunya kita harus berkoordinasi dengan instansi terkait, KSOP maupun Polairud, kalau memang sudah selesai mereka melakukan investigasi dan pemeriksaan rencananya kami tarik ke galangan," ujar Umar, Jumat (23/10/2026).
Dia menyampaikan, lokasi yang direncanakan menjadi tempat penyandaran kapal yakni galangan kapal di Bojonegara atau galangan tempat kapal tersebut dibuat di Bandar Lampung.
Menurutnya, KMP Batu Mandi baru menjalani perbaikan pada Maret lalu dan dinyatakan laik jalan sebelum insiden kebakaran terjadi. Namun, penyebab kebakaran masih menunggu hasil investigasi pihak terkait.
Sementara itu, polisi telah memeriksa 18 saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran KMP Batu Mandi. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama pihak terkait juga telah melakukan pemeriksaan sejak hari pertama kejadian.
Hasil investigasi diharapkan dapat mengungkap penyebab kebakaran sekaligus menjadi dasar penanganan lebih lanjut terhadap kapal tersebut.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait