Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko saat launching buku Sisi Lain Polisi dan Srikandi Flobamorata di Mapolda NTT. (Foto: dok Polri)

KUPANG, iNews.id - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Rudi Darmoko menyampaikan amanat penuh refleksi saat launching buku Sisi Lain Polisi dan Srikandi Flobamorata di Mapolda NTT, Selasa (24/2/2026). Dia menegaskan bahwa seragam dan pangkat dapat lepas, namun perbuatan baik akan selalu dikenang masyarakat.

Menurut Irjen Rudi, peluncuran buku tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum perenungan tentang makna sejati pengabdian seorang anggota Polri. Dia menilai buku itu merekam sisi kemanusiaan yang kerap luput dari sorotan publik.

“Kita tidak hanya sedang membedah buku, tetapi menyaksikan bukti bahwa di balik seragam ada perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan dengan hati penuh ikhlas,” ujar jenderal bintang dua tersebut dikutip Kamis (26/2/2026).

Kapolda NTT menjelaskan, kisah-kisah dalam buku tersebut memuat pengorbanan dan kepedulian anggota Polri terhadap masyarakat. Di dalamnya terdapat cerita tentang keluarga yang mendapatkan tempat tinggal layak, anak-anak yang kembali bersekolah, hingga senyum masyarakat yang kembali hadir berkat pendekatan humanis aparat.

Dia menegaskan, pengabdian seperti itu mungkin tidak selalu terekam media. Namun kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan meninggalkan jejak dan doa dari masyarakat.

“Media mungkin tidak selalu menuliskannya. Tetapi pengabdian seperti ini tidak pernah sia-sia, karena ada harapan dan doa tulus yang menyertai,” katanya.

Kapolda  juga mengingatkan seluruh personel bahwa jabatan dan pangkat bukanlah hal utama yang akan diingat publik. Dia menekankan pentingnya membangun citra Polri yang profesional dan humanis.

“Kalau suatu hari nanti seragam ini kita lepaskan dan pangkat ini tidak lagi melekat, yang akan dikenang bukan jabatan kita, melainkan perbuatan baik yang telah kita lakukan kepada sesama,” ucapnya.

Melalui buku Sisi Lain Polisi dan Srikandi Flobamorata, Polda NTT ingin menunjukkan wajah Polri yang hadir tidak hanya saat terjadi masalah. Polisi diharapkan hadir dalam kehidupan sosial masyarakat, baik di sekolah, desa, tempat ibadah, maupun kegiatan kemanusiaan.

“Inilah wajah Polri yang ingin terus kita bangun: profesional dalam tugas, humanis dalam pendekatan, dan dicintai oleh masyarakat. Jadilah polisi yang bukan hanya ditakuti karena kewenangan, tetapi dikenang karena ketulusan,” ujarnya.

Launching buku tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen Polri yang presisi dan humanis, sekaligus menginspirasi seluruh anggota agar terus menebar kebaikan demi NTT yang penuh kasih.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network