KOTAWARINGIN BARAT, iNews.id – Tragis dialami Arut Ariyanto, pendekar junior asal Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah ini babak belur setelah dikeroyok lima seniornya. Pemicunya, korban tidak betah dan ingin keluar dari perguruan silat Gubug Remaja.
Kapolres Kotawaringin Barat, AKBP Devy Firmansyah mengungkapkan peristiwa itu terungkap setelah korban melapor kasus pengeroyokan ke polisi.
Menurut kapolres, peristiwa pengeroyokan itu terjadi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pangkalan Lada, Senin (27/7/2021) lalu, sekitar pukul 21.00 WIB.
“Penganiayaan ini terjadi saat korban bermaksud ingin keluar dari perguruan Gubug Remaja kepada para tersangka. Korban pun lantas dikenakan uang denda sebesar Rp43 juta,” katanya, Kamis (30/9/2021).
Korban yang tidak memiliki uang sebanyak itu kemudian bernogisasi hingga akhirnya disepakati uang denda tersebut menjadi Rp5 juta sebagai ganti atas pelatihan jurus yang diajarkan selama ini.
“Namun sampai batas waktu yang dijanjikan, Arut (korban) belum bisa membayar uang denda tersebut. Korban lalu diminta melewati tujuh pos yang dibentuk, setelah itu baru diperbolehkan keluar dari padepokan,” katanya.
Namun saat korban keluar dari padepokan, kata kapolres, korban dianiaya dan dikeroyok kelima pelaku dengan cara memukul dan menendangnya.
“Salah satu pelaku menjambak rambut, meludahi pipinya dan menyuruhnya melewati kubangan air yang sudah dikencingi pada saat proses pengeposan yang dilakukan kepada korban," ungkap AKBP Devy Firmansyah.
Kapolres menerangkan, usai dikeroyok lima pendekar silat, korban lalu mendatangi kantor SPKT Polres Kobar melaporkan kekerasan yang dialaminya.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait