CILEGON, iNews.id - Tim SAR gabungan memperluas pencarian lima jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, sekitar Gunung Anak Krakatau, Banten, Senin (14/9/2026). Sebanyak 17 unit kapal dan satu unit alat utama (alut) udara dikerahkan untuk menyisir wilayah pencarian dari laut dan udara.
Pada hari ketujuh pencarian, area penyisiran dari permukaan laut mencapai 4.582 mil laut persegi. Sementara area pencarian melalui udara mencapai 2.063 mil laut, sehingga total area pencarian disebut mencapai 6.649 mil laut.
Pencarian dilakukan dari Pelabuhan Ciwandan, Cilegon, Banten. Tim gabungan mengerahkan 17 kapal dan satu unit alut udara untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Salah satu kapal yang terlibat dalam pencarian, yakni KP Sanjaya 7017. Dalam penyisiran, awak kapal sempat menemukan banyak benda yang mengapung di permukaan laut dan bentuknya menyerupai pelampung.
Petugas kemudian memastikan benda-benda tersebut menggunakan sejumlah peralatan, seperti radar, sonar dan teropong. Setelah diperiksa, benda yang terlihat dari kejauhan tersebut merupakan sampah yang berserakan di permukaan laut.
Komandan KP Sanjaya 7017 AKBP Capt. Sherly Anggraini mengatakan, pencarian terus dilakukan hingga wilayah sekitar Pulau Handeuleum.
"Pencarian hari ke-7, KP Sanjaya 7017 melaksanakan pencarian di sektor U, yaitu masih di seputar perairan Handeuleum," ujar Capt. Sherly.
Pencarian hari ketujuh menjadi batas akhir operasi pencarian sesuai rencana operasi SAR. Namun, keluarga para jurnalis masih berharap kelima korban dapat segera ditemukan.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait