FLORES TIMUR, iNews.id - Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi pada Kamis (23/7/2026) pukul 14.06 WITA. Letusan tersebut menyemburkan kolom abu tebal hingga sekitar 1.200 meter atau 1,2 kilometer di atas puncak gunung.
Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Herman Yosef S Mboro, kolom letusan mencapai ketinggian sekitar 2.784 meter di atas permukaan laut.
"Terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada hari Kamis, 23 Juli 2026, pukul 14:06 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 1.200 meter di atas puncak," tulis Badan Geologi dikutip Kamis (23/7/2026).
Kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah utara. Aktivitas erupsi juga terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 29,6 milimeter dan berlangsung selama 243 detik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Masyarakat juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Informasi mengenai aktivitas gunung api sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi pemerintah dan PVMBG.
Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di puncak gunung juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila turun hujan dengan intensitas tinggi. Daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki disarankan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko gangguan sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanis.
Pemerintah daerah juga diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Koordinasi dapat dilakukan dengan PVMBG Badan Geologi di Bandung untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dan langkah mitigasi yang perlu dilakukan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait