JAKARTA, iNews.id - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Jumat (25/9/2026) pagi. Letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak atau mencapai kurang lebih 2.123 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Erupsi Gunung Ili Lewotolok tercatat terjadi pada pukul 10.44 WITA. Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Syawaludin, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke barat.
Aktivitas erupsi tersebut juga terekam pada seismograf. Amplitudo maksimum tercatat 40 milimeter dengan durasi erupsi selama 64 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok pada hari Jumat, 25 September 2026, pukul 10:44 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 meter di atas puncak," tulis Badan Geologi,
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat serta pengunjung, pendaki, dan wisatawan tidak memasuki kawasan berbahaya di sekitar Gunung Ili Lewotolok. Aktivitas masyarakat dilarang dilakukan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Larangan juga berlaku pada sektor selatan dan tenggara dengan jarak hingga 3 kilometer dari pusat aktivitas. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi tersebut untuk menghindari potensi bahaya erupsi.
PVMBG juga mengingatkan adanya potensi guguran atau longsoran lava serta awan panas di sejumlah sektor. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut Gunung Ili Lewotolok.
Selain ancaman material vulkanik, abu erupsi juga dapat mengganggu kesehatan. Masyarakat di sekitar gunung api diimbau menggunakan masker untuk melindungi mulut dan hidung serta mengenakan perlengkapan pelindung mata dan kulit.
Masyarakat juga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terpapar abu vulkanik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya.
PVMBG meminta pemerintah daerah dan masyarakat terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape. Informasi terbaru mengenai aktivitas gunung juga dapat diperoleh melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi di Bandung.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait