LEMBATA, iNews.id - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Jumat (11/9/2026) pagi. Letusan Gunung Ile Lewotolok memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak gunung.
Erupsi Gunung Ile Lewotolok terjadi pukul 09.06 WITA. Berdasarkan laporan petugas pengamatan gunung api Syawaludin, kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat.
Aktivitas erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi letusan selama 85 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Ile Lewotolok pada hari Jumat, 11 September 2026, pukul 09:06 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 meter di atas puncak," tulis PVMBG, Jumat (11/9/2026).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok.
PVMBG meminta masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan agar tidak memasuki wilayah bahaya.
Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok. Selain itu, area sektor selatan dan tenggara dalam radius 3 kilometer juga harus dihindari. PVMBG juga mengingatkan adanya potensi bahaya berupa guguran lava, longsoran lava, dan awan panas yang dapat terjadi di beberapa sektor gunung.
Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok.
Selain ancaman material erupsi, masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Ile Lewotolok juga diminta mengantisipasi dampak abu vulkanik. PVMBG mengimbau warga menggunakan masker pelindung mulut dan hidung, serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya akibat paparan abu vulkanik.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait