Gempa M 7,7 NTT menyebabkan Masjid Kubah Merah Putih Ronting di Manggarai Timur roboh hingga hampir rata dengan tanah. (Foto: Ist)

MANGGARAI TIMUR, iNews.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Sejumlah bangunan rusak, salah satunya Masjid Al Istiqomah Ronting atau Masjid Kubah Merah Putih di Kabupaten Manggarai Timur, yang roboh hampir rata dengan tanah.

Masjid yang dikenal sebagai Masjid Kubah Merah Putih tersebut berdiri di kawasan pesisir Pantai Ronting. Masjid bersejarah yang menjadi bagian dari perkembangan peradaban Islam di Desa Ronting dan sekitarnya itu sebelumnya pernah mendapatkan perhatian dari para donatur Dompet Dhuafa.

Pada periode 2016-2018, masjid tersebut direnovasi dengan dukungan donatur Dompet Dhuafa. Namun, gempa kuat yang mengguncang NTT pada Sabtu pagi membuat bangunan masjid roboh dan hampir rata dengan tanah.

“Inilah keadaan setelah gempa yang berkekuatan M 7,7 kondisi masjid roboh dan hampir rata dengan tanah. Ini menggambarkan dampak yang dahsyat akibat gempa yang mengguncang. Air laut sempat naik hingga bibir pantai,” ujar Tim DMC Dompet Dhuafa, Ustaz Muhidur, Sabtu (15/8/2026).

Begitu mendapatkan informasi mengenai gempa, Dompet Dhuafa langsung mengerahkan relawan untuk membantu masyarakat terdampak.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini mengatakan tim dari Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) dan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa bergerak sejak pagi.

“Alhamdulillah tim mulai bergerak dari LKC (Layanan Kesehatan Cuma-cuma) hingga tim DMC (Disaster Management Center) Dompet Dhuafa dari pagi tadi untuk membantu, merespon dan menangani masyarakat terdampak gempa hari ini,” ujar Ahmad Juwaini.

Tim DMC Dompet Dhuafa kemudian menerjunkan relawan untuk melakukan asesmen kebutuhan darurat masyarakat. Asesmen tersebut mencakup kebutuhan dapur umum hingga bantuan kebutuhan dasar lainnya.

Sementara itu, tim LKC Dompet Dhuafa mendirikan pos kesehatan di Ronting, NTT. Pos tersebut disiapkan untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga yang terdampak gempa.

Diketahui, guncangan gempa M 7,7 menyebabkan kerusakan di sejumlah fasilitas umum dan bangunan warga. Kondisi tersebut membuat masyarakat di sejumlah wilayah pesisir meningkatkan kewaspadaan.

Gempa berpusat di wilayah Nagekeo dengan kedalaman sekitar 10 kilometer berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Nagekeo/Mbay, Sikka, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Alor, dan Lembata.

Sejumlah fasilitas umum ikut terdampak, termasuk pelabuhan. Guncangan kuat juga membuat warga dan pekerja di kawasan pesisir panik.

Dompet Dhuafa mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menjauhi wilayah pantai dan tidak mendekati bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa.

Pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak dan kebutuhan warga masih dilakukan. Tim relawan juga terus berkoordinasi untuk memastikan bantuan darurat dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.


Editor : Donald Karouw

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network