PONTIANAK, iNews.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Kalimantan Barat (Kalbar) meresmikan Warkop Perindo di pusat Kota Pontianak sebagai upaya memperkuat pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komoditas lokal. Program tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, petani dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah tersebut dilatarbelakangi besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2023, sektor UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap perputaran ekonomi nasional. Namun, pelaku usaha masih menghadapi tantangan berupa terbatasnya akses pasar.
Ketua DPW Partai Perindo Kalbar, Yulius Aho mengatakan, pengembangan ekosistem Warkop Perindo akan dilakukan secara bertahap di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
"Ke depannya, kami akan memfokuskan pengembangan UMKM ini melalui ekosistem Warkop Perindo secara merata di seluruh daerah dan kabupaten/kota di Kalimantan Barat," kata Yulius saat dihubungi, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, pengurus partai di tingkat daerah telah diminta memanfaatkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing wilayah agar pengembangan UMKM dapat berjalan sesuai karakteristik daerah.
"Guna merealisasikan hal tersebut, saya juga telah menginstruksikan seluruh jajaran Ketua DPD untuk mengoptimalkan ruang-ruang ekonomi dan potensi daerahnya masing-masing," ujarnya.
Selain menjadi sarana pemasaran bagi UMKM, Warkop Perindo juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan dengan petani lokal. Melalui kolaborasi tersebut, hasil pertanian diharapkan memiliki pasar yang lebih luas sekaligus menjaga keberlangsungan rantai pasok komoditas daerah.
"Kami membangun kolaborasi strategis dengan para petani lokal guna memastikan hasil pertanian mereka terserap dengan baik, dan Warkop Perindo hadir sebagai ruang untuk memasarkan produk-produk tersebut secara optimal," ucapnya.
Model pemberdayaan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran Warkop Perindo diharapkan tidak hanya menjadi tempat interaksi sosial, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sinergi antara UMKM, petani, dan pelaku usaha lokal.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait