Polewali Mandar, iNews.id - Nenek Ulung (70) warga Desa Puccadi, Kecamatan Luyo, Polewali Mandar hidup sebatang kara. Di sebuah rumah panggung kayu berukuran kecil dengan kondisi nyaris ambruk, ternyata tak membuat nenek Ulung kesepian. Setiap hari dia menghabiskan waktunya bersama dengan belasan ekor kucing liar yang dipelihara sejak dulu.
Guna menyambung hidup, nenek Ulung yang ditinggal suaminya tiga tahun silam, hanya mengandalkan belas kasih warga sekitar. Meski terkadang kekurangan makanan, namun ternyata Nenek Ulung tidak pernah sekalipun melupakan untuk berbagi rejeki, dan memberikan makanan pada kucing kucing peliharaanya.
Bahkan setiap hari, Nenek Ulung sengaja memasak makanan ala kadarnya, untuk kucing-kucingnya. Menurut Nenek Ulung, dirinya hampir tiga tahun hidup di sebuah rumah panggung yang tak layak huni dan sudah nyaris ambruk.
“Ini kucing sedih kalau saya pergi, saya sudah hidup di tempat ini tiga tahun lamanya seorang diri,dan anak saya hanya satu orang itupun jauh tempat tinggalnya di Mamuju. saya dibantu warga untuk makan sehari hari tidak ada bantuan dari pemerintah, kalau tidak ada beras saya makan pisang saja,” ujar nenek Ulung, Senin (11/06/2017).
Tidak terlihat barang berharga atau perabot rumah tangga yang dimiliki. Bahkan setap malam nenek Ulung hanya meandalakan penerangan menggunakan pelita. Untung saja sejumlah warga yang perihatin akan kondisi nenek Ulung, kerap membantunya memberkan beras untuk di makan. Ironisnya meski hidup memperihatinkan, nenek malang ini jarang tersentuh batuan Pemerintah Daerah Polewali Mandar.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait