TARAKAN, iNews.id - Endapan batu bara di bawah Jalan Pantai Amal, Kota Tarakan Timur, Kalimantan Utara, hingga kini masih membara dan mengeluarkan hawa panas serta asap pekat. Kondisi tersebut membuat petugas terpaksa memutus akses jalan dan menggali badan jalan untuk mencegah bara api terus merembet.
Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tarakan menutup akses Jalan Pantai Amal yang berada tepat di atas lokasi endapan batu bara yang terbakar.
Alat berat dikerahkan untuk membongkar aspal dan menggali tanah di badan jalan. Penggalian dilakukan untuk membuka rongga tempat bara batu bara berada sekaligus memudahkan proses pemadaman.
Petugas memperkirakan rongga tempat endapan batu bara membara kini telah mencapai kedalaman lebih dari 7 meter. Kondisi ini menyulitkan proses pemadaman karena bara berada jauh di bawah permukaan tanah.
Jalan dengan lebar 8 meter dan panjang hampir 30 meter tersebut telah ditutup selama sepekan terakhir. Penutupan dilakukan agar proses penggalian dapat berlangsung dan bara batu bara di bawah tanah tidak terus merambat ke area lain.
Kepala Dinas PUPR Tarakan Fandariansyah mengatakan, terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mempercepat proses penanganan dan pemadaman bara batu bara di bawah jalan.
"Batu bara itu masuk ke dalam tanah dan itu bikin rongga. Nah itu tidak bisa menjangkau dengan alat berat kita sehingga kita perlu koordinasi dengan BPBD, Pertamina, Sucofindo dan lainnya yang mempunyai kemampuan untuk mendeteksi keberadaan batu bara," ujar Fandariansyah.
Sementara itu, kobaran pada endapan batu bara juga berdampak ke lahan di sekitar lokasi. Cuaca panas membuat api turut menjalar ke vegetasi di sekitar area dan menimbulkan kabut asap.
Petugas masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan bara batu bara benar-benar padam. Akses jalan juga belum dapat dibuka hingga kondisi dinyatakan aman bagi pengguna jalan.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait