BUTON, iNews.id – Air laut sempat naik ke kawasan pesisir Pulau Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (15/8/2026) pagi usai gempa kuat yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu peringatan dini tsunami. Kejadia ini menimbukan kepanikan di tengah masyarakat.
Video amatir merekam kondisi air laut yang naik dan memasuki kawasan pesisir Pantai Matawaue, Kampung Bajau, Desa Matawaue, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton. Warga yang melihat air laut naik langsung menjauh dari garis pantai karena khawatir terjadi gelombang tsunami.
Kondisi serupa juga terlihat di pesisir Desa Kakenauwe, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Sejumlah warga sempat mengabadikan kondisi air laut yang mengalami kenaikan.
Informasi yang diterima, sebagian warga di kawasan pesisir bahkan memilih mencari tempat yang lebih tinggi. Mereka mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang tsunami setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini.
Kepanikan warga terjadi setelah gempa kuat mengguncang wilayah NTT pada Sabtu pagi. Gempa tersebut kemudian memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah, termasuk Sulawesi Tenggara.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa kuat yang mengguncang wilayah NTT.
Perairan Sulawesi Tenggara menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut. Potensi ketinggian gelombang tsunami diperkirakan mencapai 0,5 meter.
Warga yang berada di kawasan pesisir diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi serta arahan resmi BMKG dan pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta menjauhi garis pantai apabila mendapat instruksi evakuasi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait