KONAWE SELATAN, iNews.id - Sebanyak 70 lebih murid SD Negeri 4 Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), dilarikan ke puskesmas setelah mengalami gejala diduga keracunan makanan. Puluhan murid tersebut mengeluhkan sakit perut, diare, hingga pusing setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (14/10/2026) pagi. Dari puluhan murid yang mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Motaha, Kecamatan Angata, sebanyak 28 anak harus menjalani perawatan intensif dan dipasangi infus.
Sementara itu, murid lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapat obat. Hingga Rabu siang, 28 murid tersebut masih menjalani perawatan medis, meski kondisi kesehatan mereka dilaporkan mulai membaik.
Guru SDN 4 Angata, Juniar, mengatakan gejala sakit perut mulai dirasakan para murid pada Selasa (13/10/2026) malam, beberapa jam setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah.
"Mereka konsumsi MBG kemarin (Selasa, 13 Oktober 2026) jam 10 pagi. Nanti malam setelah salat magrib baru ada gejala sakit perut, buang air dan pusing-pusing," ujar Juniar saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, pihak sekolah baru mengetahui banyaknya murid yang mengalami keluhan serupa pada Rabu pagi. Sejumlah anak mengeluhkan sakit perut, bahkan harus berulang kali ke kamar mandi karena diare.
"Ibu guru tadi malam sakit perutku," kata Juniar menirukan keluhan murid-muridnya.
Gejala yang dialami para murid bervariasi, mulai dari sakit perut, diare, hingga pusing. Salah satu murid bahkan mengaku mengalami gejala yang lebih serius.
"Ada satu murid kelas 1, mengaku berak darah," ucapnya.
Selain murid, empat guru yang sempat mencicipi menu MBG sebelum makanan dibagikan kepada anak-anak juga mengalami gejala serupa. Namun, kondisi mereka dilaporkan tidak separah yang dialami para murid.
Banyaknya anak yang mengalami keluhan kesehatan membuat Puskesmas Motaha menerima puluhan murid untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebanyak 28 murid harus menjalani perawatan intensif dengan bantuan infus, sedangkan murid lainnya diperbolehkan pulang setelah memperoleh obat dan penanganan awal.
Hingga berita ini ditulis, sebanyak 28 murid SDN 4 Angata masih menjalani perawatan di Puskesmas Motaha. Kondisi mereka dilaporkan berangsur membaik.
Dugaan keracunan ini muncul setelah para murid mengonsumsi menu MBG sehari sebelumnya. Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para murid dan guru tersebut belum dipastikan dalam informasi yang tersedia.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian, termasuk kemungkinan kaitannya dengan makanan yang dikonsumsi. Sementara itu, penanganan medis terhadap para murid yang masih dirawat terus dilakukan.
Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait